UNTUNGNYA APA?

UNTUNGNYA APA?

Tidak hanya sekali aku mendengar pertanyaan itu. Berkali-kali. Ditanyakan oleh orang yang berbeda-beda sebagai respon mereka terhadap project video yang aku kerjakan.

Ketika pertama kali aku ketemu Ms K, sejak dari rumah aku sudah memutuskan, apapun yang Ms K katakan aku akan join. Aku ngikutin EE sejak di twitter sampai akhirnya jadi segmen di radio. So, aku mengerti bahwa ini akan jadi project sosial. I believe, opportunity worth so much more than gold. Ini kesempatan untuk mengasah skill-ku. Juga, belajar banyak values dari Ms K.

Aku pun mulai meluruskan niat. Memulai dari sesuatu yang bisa aku lakukan, aku menetapkan misiku. Pertama, aku pengen banget supaya EE bisa dijangkau oleh siapa saja. Kedua, aku pengen memperbanyak digital footprint untuk EE.

Dari hal kecil yang aku lakukan, ternyata kemudian memunculkan respon-respon yang lebih positif. Satu per satu testimoni mulai masuk. Sebuah channel tv pun meminta izin untuk menayangkan video EE. Testimoni juga datang dari para pengajar yang membawa video EE ke ruang kelas. Sebuah kampus juga dengan senang hati mengoleksi video EE. Speechless tiap kali melihat semua testimoni itu. Haru. Tak jarang, air mata dengan mudahnya mengalir begitu saja. Aku bersujud lebih lama. Bukan untuk mengaduh dan mengeluh. Tapi hanya untuk bersyukur. Allah Almighty can Turn the whole thing upside down. Hidupku terasa lebih berarti. Apa yang aku lakukan ada impact-nya untuk orang lain.

Hidup ini singkat. My mom passed away at the age of 46. Aku juga tidak tahu sampai mana umurku. Aku bisa dipanggil kapan saja. Kalau aku tidak menggunakan waktuku dengan sebaik-baiknya, hanya ada sesal kemudian. Hal ini yang mungkin menjadi salah satu alasan kenapa aku tetap ada dalam project ini. Belajar berbagi, belajar untuk menjadi orang yang bermanfaat.

Aku hanya mewakafkan waktu, tenaga, dan skill. Dan itu pun kecil sekali bila dibandingkan dengan orang-orang hebat di luar sana yang melakukan lebih dari apa yang aku lakukan. Saptuari Sugiharto, membuat gerakan Sedekah Rombongan yang membantu para dhuafa yang sakit untuk bisa mendapat pengobatan yang layak. Ada @karlinakuning yang mau bersusah-payah membuat komunitas @CACjogja untuk membantu adik-adik putus sekolah supaya bisa tetap sekolah. Ada Butet Manurung yang mau-maunya masuk hutan di Jambi untuk mengajari orang-orang rimba baca tulis. Ada para Pengajar Muda yang mau dikirim ke daerah terpencil di pelosok negeri untuk mengajar dan mengabdi. Sebenarnya, mereka semua bisa memilih untuk tidak melakukan semua itu, hidup yang lempeng-lempeng aja tanpa harus ikut memikirkan masalah orang lain. But, mereka memilih sebaliknya.

Aahhh.. Ibukku sudah tidak lagi terikat urusan duniawi. Tapi, semoga ibuk mengerti pilihan-pilihanku. Dan amalku semoga bisa jadi penerang untuk beliau di sana.

One day, ketika aku punya anak, aku akan mengajari dia untuk berbagi supaya hidupnya lebih berarti.

What about the money? Let’s focus on our contribution, values, meaning, and impact. The money always follows great works.

Rene Suhardono
Quote dari buku Passion To Performance by Rene Suhardono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *