Ilustrator Buku

Ilustrator Buku

About a year ago, I imagined this. And now, it’s a reality.

Setahunan yang lalu, Miss K pernah nanya aku begini, “Mana gambarmu? Siapa tahu kamu bisa jadi ilustrator bukuku”. Dalam batinku, “Wah iya, jadi ilustrator buku, gambarku juga akan tercetak beeeeerlembar-lembar.” Mulai kebayang, akan aku kasih ke siapa aja buku itu nantinya.

Aku sadar diri, gambaranku masih kayak gitu. Mau jadi ilustrator buku? Sejak saat itu aku mencoba latihan nggambar lagi, nyari tutorial di youtube, mengamati ilustrasi buku, mengamati hasil gambar ilustrator lain. Kalau menemukan moment yang pas, tiba-tiba aja terlintas visualnya begini, begitu. Kayak misalnya habis nonton film, dengerin lagu, ngefans sama orang.. Bahaha.. Aku juga banyak terinspirasi bukunya Wahyu Aditya (@maswaditya), Kreatif Sampai Mati.

Terinspirasi dari Music Video-nya Mondo Gascaro - Komorebi
Terinspirasi dari Music Video-nya Mondo Gascaro – Komorebi

Terinspirasi dari film Perfect Two
Terinspirasi dari film Perfect Two


JANUARI 2016
Miss K post gambarku di Fb-nya. Daaannnn beberapa jam kemudian, aku dihubungi mbak G, editor bukunya Miss K. Langsung diminta bantuan untuk ngisi ilustrasi bukunya Miss K. Aku masih setengah nggak percaya gitu, beneran atau nggak ini..

MARET 2016
Bukunya sudan terbit. #EasyEnglish Part 2.😍
Ilustrasi #EasyEnglish Part 2 - Karlina Denistia

KETEMU AYAH EDY
26 Maret 2016, Ayah Edy seminar di Jogja. Ini kali ke-3 aku ketemu beliau. Aku cerita progress dan aku kasih buku EE 2, sambil bilang, “Ayah, saya dapet kesempatan jadi ilustrator buku.” Daaann respon beliau adalah ngajak toss. “Kalau gitu, Ayah minta tanda tanganmu.. Sebentar, Ayah ambil pulpen,” kata Ayah Edy sambil beranjak dari tempat duduknya. Padahal, Ayah Edy lagi pegang pulpen juga. Aku juga bawa pulpen. Bedanya apa? Beliau ngambilin pulpen yang bagus untuk tanda tangan. Oh My God.. My hands trembled.
with Ayah Edy
Jogja, 26 Maret 2016

***

I learnt something from this. Kalau ada yang bilang bahwa mimpi harus divisualkan, bahwa apa yang selalu kita pikirkan itu yang kita dapet, bahwa Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya, mungkin itu semua ada benarnya. And, I proved it. Dari hal ini, aku juga belajar untuk scale-up mimpi.

Ini baru langkah awal yang baik. Sebagian dari petunjuk-Nya that I am on the right way. I believe, there’s something big still waiting for me. Dan untuk menyambut itu, tentunya menangkap ikan yang besar nggak bisa dengan umpan yang kecil, masih perlu baaaaanyak belajar lagi. Practice makes perfect. Dan kesempatan hanya akan bertemu dengan kesiapan.

Last, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada mbak Karlina Denistia untuk segala bentuk support-nya, mbak Gita Romadhona untuk kesempatannya, dan Ayah Edy untuk ilmunya mengenali potensi diri.

Dan tulisan ini aku tutup dengan sebuah lagu dari John Mayer, Bigger than My Body. Belakangan, aku jadi sering muter lagi ini karena denger pertama kali di radio pas mbak Tika Yusuf siaran 😆. Padahal ini lagu lama. Tapi aku suka liriknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *