April 9, 2016

DECIDE.. Jangan MANUT..

NoteNo Comments

You Are Here:DECIDE.. Jangan MANUT..

Pernah ketemu sama orang yang ketika kamu memberikan pertanyaan sering bilang, “Terserah, ngikut aja” ? Gimana? Nyebelin nggak? Kalau aku ada di posisi penanya, itu bener-bener nyebelin denger jawaban kayak gitu. Karena itu bukan jawaban. Dan aku punya kebiasaan bilang, “Terserah, ngikut aja,” dari dulu. Sadar kalau itu nyebelin, aku punya komitmen dengan diri sendiri untuk memilih A atau B daripada bilang “terserah”.

Sekalipun sudah berusaha untuk menjaga komitmen, tapi aku juga masih sering lupa, balik lagi ke kebiasaan yang dulu. Kemarin, aku berasa diingetin gitu. Aku ditawarin opsi A atau B, dan aku bilang, “Ya.. aku manut, mbak..”. Kemudian, aku dibales dengan, “Decide (putuskan).. Jangan Manut…” OMG, aku tiba-tiba inget gitu. Aku membatin aja, “Ooo iya ini nggak bener”.😂

Menghilangkan kebiasaan bilang, “terserah”, “manut”, “ngikut aja”, kayaknya sepele banget, padahal itu juga nggak mudah. Kalau aku refleksi ke belakang, aku bisa terbiasa bilang kayak gitu karena dibiasakan untuk tidak mengambil keputusan sendiri dengan segala konsekuensinya. Dan tidak dibiasakan juga untuk didengar pendapatnya. Akhirnya, ya mulai terbiasa ngikut aja, manut aja, gitu.

Aku mikir aja, kalau aku bawa kebiasaan itu seumur hidup, runyam hidupku. Semakin bertambah umur, akan makin banyak keputusan-keputusan yang harus dipilih. Kan nggak mungkin aku jawab dengan “Manut aja”. Aku bisa terombang-ambing keadaan, bisa terombang-ambing dalam arus. Entah itu arus yang benar atau salah.

Mengambil keputusan itu juga perlu belajar ternyata. Aku pernah mengambil sebuah keputusan, dan hasilnya fatal banget menurutku. Mengambil keputusan dengan pertimbangan “nggak enakan” dan keterpaksaan itu nggak bener. Jadi pelajaran banget buat aku, bahwa ketika mengambil keputusan seharusnya dipikirkan dengan benar. Kalaupun ada risiko, risiko itu adalah risiko yang masih terukur dan sanggup untuk dihadapi. Dan memutuskan dengan penuh kesadaran. Bukan karena prinsip “nggak enakan”.

Ada sebuah buku bagus dari Prof. Rhenald Kasali, judulnya “Self Driving”. Buku itu isinya tentang bagaimana menjadi driver untuk diri sendiri, pemimpin untuk diri sendiri, bukan hanya sekedar menjadi follower, ngikut kata orang, ngikut lingkungan. Keren banget lah bukunya. Habis baca buku itu, bisa baca buku “30 Paspor di Kelas Sang Profesor (Part 1 & 2)”. Kedua buku ini adalah kisah-kisah perjalanan Mahasiswanya Prof. Rhenald untuk berpetualang ke luar negeri sendirian karena tugas kuliah yang diberikan. Dan itu adalah bentuk pelajaran Self Driving dari beliau. Habis baca buku-buku tadi, aku sempet kepikiran untuk segera buat paspor.😂

Hidup adalah membuat Keputusan. Nggak ada pilihan Ngikut aja.😤

Anyway, buku yang aku sebutkan tadi bisa didapetin disini ~> tokopedia.com/sentrainspirasi 😎

About the author:

Eria Arum adalah seorang yang passionate di bidang ilustrasi dan motion graphic. Saat ini tengah membuat English Learning Video untuk #EasyEnglish @karlinakuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top